Biaya Rp 696 jt · keuntungan 10% · tempo bahan 3 minggu
Tiga proyek, satu tahun anggaran 2026
Satu pasar (seragam)
Pasar
Mulai di tahun anggaran
Tiga proyek mulai di minggu yang sama. Arus keluar bertumpuk.
Biaya Rp 572 jt · keuntungan 10% · tempo bahan 3 minggu
Biaya Rp 403 jt · keuntungan 10% · tempo bahan 3 minggu
Gantt
Rumah 2 Lantai — Cileunyi
Rumah tinggal
Rumah Type 70 — Cimahi
Rumah tinggal
Renovasi Rumah — Lembang
Rumah tinggal
Kalau garis keluar di atas garis masuk, kontraktor sedang pre-finance — itu sebabnya utang.
Masuk dan keluar
- Penerimaan kas — batang biru
- Pendapatan — garis putus biru
- Pengeluaran kas — batang merah
- Beban — garis putus merah
- Kas kumulatif
Laba (pendapatan − beban)
Catatan kertas
Rp 70 jt
Kas (penerimaan − pengeluaran)
Uang yang bergerak
Rp 56 jt
Laba (pendapatan − beban)
Catatan kertas
Rp 57 jt
Kas (penerimaan − pengeluaran)
Uang yang bergerak
Rp 46 jt
Laba (pendapatan − beban)
Catatan kertas
Rp 40 jt
Kas (penerimaan − pengeluaran)
Uang yang bergerak
Rp 33 jt
Clue utang: −Rp 320 jt pada M28
Laba (pendapatan − beban)
Catatan kertas
Rp 167 jt
Kas (penerimaan − pengeluaran)
Uang yang bergerak
Rp 135 jt
Utang terpakai puncak
MerahRp 100 jt
- Surplus kumulatif
- Defisit kumulatif
- Kas di tangan
- Utang terpakai
- Cadangan
Kas kumulatif terdalam
−Rp 250 jt
Puncak utang terpakai
Rp 100 jt
Kas di tangan terendah
−Rp 268 jt
Net profit (Laba bersih)
Rp 139 jt
Laporan laba rugi
Setiap pos usaha merujuk baris RAB. Jumlah tebal adalah subtotal bagian.
- RAB C → beban pokok
- RAB D → laba kotor
- RAB E → pendapatan (DPP)
- RAB F → PPN keluaran (bukan laba)
- RAB G → nilai kontrak (kas kotor)
| Pos | Rumus / sumber | Nilai |
|---|---|---|
| Pendapatan usaha | ||
| Revenue (Pendapatan / DPP) | = RAB E | Rp 1.838.364.000 |
| Beban pokok | ||
| Cost of sales (Beban pokok) | = RAB C | Rp 1.671.240.000 |
| Gross profit (Laba kotor) | = RAB D (= E − C = 10% × C) | Rp 167.124.000 |
| Pendapatan lain | ||
| Other income (Hasil cadangan) | Hasil investasi di luar proyek · tab Keuangan | Rp 6.929.212 |
| EBIT (Laba usaha) | Laba kotor + hasil cadangan | Rp 174.053.212 |
| Beban keuangan dan pajak | ||
| Interest (Beban bunga) | Utang × 12% per tahun, dihitung mingguan · tab Keuangan | Rp 2.712.626 |
| EBT (Laba sebelum pajak) | Laba usaha − bunga | Rp 171.340.586 |
| PPh Final 4(2) | 1,75% × RAB E | Rp 32.171.370 |
| Net profit (Laba bersih) | EBT − PPh | Rp 139.169.216 |
PPN — bukan beban laba rugi
PPN menyertai kas (keluaran saat tagih, masukan saat beli). Net ke negara di grafik pengeluaran, bukan di laba.
Output VAT (PPN Keluaran)
Rp 202.220.040
= RAB F · 11% × E
Input VAT (PPN Masukan)
Rp 96.695.940
11% × bahan (DPP)
PPN net ke negara
Rp 105.524.100
Keluaran − masukan
PPh Final 4(2)
Rp 32.171.370
1,75% × RAB E
Rasio
DER
1,43
Utang puncak ÷ ekuitas
Debt ratio
58,8%
Utang ÷ (utang + ekuitas)
Interest coverage
64,2
EBIT ÷ bunga
Net margin
7,6%
Laba bersih ÷ pendapatan
ROE
198,8%
Laba bersih ÷ ekuitas