Tiga proyek, satu tahun anggaran 2026

Satu pasar (seragam)

Pasar

Mulai di tahun anggaran

Tiga proyek mulai di minggu yang sama. Arus keluar bertumpuk.

Rumah tinggalRp 850 jt20 minggu
MulaiM8 · Feb

Biaya Rp 696 jt · keuntungan 10% · tempo bahan 3 minggu

Rumah tinggalRp 698 jt20 minggu
MulaiM8 · Feb

Biaya Rp 572 jt · keuntungan 10% · tempo bahan 3 minggu

Rumah tinggalRp 492 jt20 minggu
MulaiM8 · Feb

Biaya Rp 403 jt · keuntungan 10% · tempo bahan 3 minggu

Gantt

M1
M5
M9
M13
M17
M21
M25
M29
M33
M37
M41
M45
M49
  • Rumah 2 Lantai — Cileunyi

    Rumah tinggal

  • Rumah Type 70 — Cimahi

    Rumah tinggal

  • Renovasi Rumah — Lembang

    Rumah tinggal

Kurva S kas — kumulatif masuk vs keluar

Kalau garis keluar di atas garis masuk, kontraktor sedang pre-finance — itu sebabnya utang.

Masuk dan keluar

  • Penerimaan kas — batang biru
  • Pendapatan — garis putus biru
  • Pengeluaran kas — batang merah
  • Beban — garis putus merah
  • Kas kumulatif
Rumah 2 Lantai — Cileunyi

Laba (pendapatan − beban)

Catatan kertas

Rp 70 jt

Kas (penerimaan − pengeluaran)

Uang yang bergerak

Rp 56 jt

Rumah Type 70 — Cimahi

Laba (pendapatan − beban)

Catatan kertas

Rp 57 jt

Kas (penerimaan − pengeluaran)

Uang yang bergerak

Rp 46 jt

Renovasi Rumah — Lembang

Laba (pendapatan − beban)

Catatan kertas

Rp 40 jt

Kas (penerimaan − pengeluaran)

Uang yang bergerak

Rp 33 jt

Gabungan

Clue utang: −Rp 320 jt pada M28

Laba (pendapatan − beban)

Catatan kertas

Rp 167 jt

Kas (penerimaan − pengeluaran)

Uang yang bergerak

Rp 135 jt

Utang terpakai puncak

Merah

Rp 100 jt

Terpakai / fasilitas Rp 100 jt100%
Posisi kas
  • Surplus kumulatif
  • Defisit kumulatif
  • Kas di tangan
  • Utang terpakai
  • Cadangan

Kas kumulatif terdalam

−Rp 250 jt

Puncak utang terpakai

Rp 100 jt

Kas di tangan terendah

−Rp 268 jt

Net profit (Laba bersih)

Rp 139 jt

Laporan laba rugi

Setiap pos usaha merujuk baris RAB. Jumlah tebal adalah subtotal bagian.

  • RAB C → beban pokok
  • RAB D → laba kotor
  • RAB E → pendapatan (DPP)
  • RAB F → PPN keluaran (bukan laba)
  • RAB G → nilai kontrak (kas kotor)
PosRumus / sumberNilai
Pendapatan usaha
Revenue (Pendapatan / DPP)= RAB ERp 1.838.364.000
Beban pokok
Cost of sales (Beban pokok)= RAB CRp 1.671.240.000
Gross profit (Laba kotor)= RAB D (= E − C = 10% × C)Rp 167.124.000
Pendapatan lain
Other income (Hasil cadangan)Hasil investasi di luar proyek · tab KeuanganRp 6.929.212
EBIT (Laba usaha)Laba kotor + hasil cadanganRp 174.053.212
Beban keuangan dan pajak
Interest (Beban bunga)Utang × 12% per tahun, dihitung mingguan · tab KeuanganRp 2.712.626
EBT (Laba sebelum pajak)Laba usaha − bungaRp 171.340.586
PPh Final 4(2)1,75% × RAB ERp 32.171.370
Net profit (Laba bersih)EBT − PPhRp 139.169.216

PPN — bukan beban laba rugi

PPN menyertai kas (keluaran saat tagih, masukan saat beli). Net ke negara di grafik pengeluaran, bukan di laba.

Output VAT (PPN Keluaran)

Rp 202.220.040

= RAB F · 11% × E

Input VAT (PPN Masukan)

Rp 96.695.940

11% × bahan (DPP)

PPN net ke negara

Rp 105.524.100

Keluaran − masukan

PPh Final 4(2)

Rp 32.171.370

1,75% × RAB E

Rasio

DER

1,43

Utang puncak ÷ ekuitas

Debt ratio

58,8%

Utang ÷ (utang + ekuitas)

Interest coverage

64,2

EBIT ÷ bunga

Net margin

7,6%

Laba bersih ÷ pendapatan

ROE

198,8%

Laba bersih ÷ ekuitas